Rabu, 15 April 2015

APAKAH PENDIDIKAN ITU PENTING?



 Mungkin pertanyaan diatas adalah pertanyaan konyol, karena pasti jawabanya adalah “iya jelas dong pendidikan itu penting, kalau ngga’ penting ngapain kita harus sekolah, ngapain harus belajar, buktinya juga udah banyak kok kalau orang pintar itu lebih mudah sukses daripada orang bodoh”
Saya teringat Kata tantowi yahya didalam salah satu iklannya :
Membaca adalah jendela dunia, dengan membaca kita akan banyak tahu, dengan banyak tahu kita akan pandai, berarti dengan tidak membaca kita akan dekat dengan kebodohan, dan kebodohan sangat dekat dengan kemiskinan.

Pertanyaanya…
apakah semua orang pintar sukses?
Apakah semua orang bodoh miskin?
Jawabanya tentu tidak…

Nah disini saya akan mencoba meluruskan bahwa pendidikan itu penting bila ada tujuan yang ingin dicapai lewat pendidikan itu. sebaliknya jika pendidikan itu hanya dilakukan untuk mengisi waktu luang atau hanya sekedar memperoleh ijazah saja, saya katakan “pendidikan itu tidak penting”. Buat apa seorang anak yang gemar matematika dipaksa harus belajar bahasa inggris? Mengapa anak yang suka main musik harus dipaksa kursus komputer?
Mengapa anak yang suka olahraga harus dipaksa kursus piano? Sungguh sangat menggelikan.

Buat adik-adikku.. temukan bakat kalian, ini hidupmu… cintailah yang kau kerjakan, dan pastikan itu baik buat banyak orang.

Tidak ada orang besar yang sukses karena disuruh, mereka melakukanya karena memang mereka ingin melakukannya.


PENDIDIKAN YANG SEBENARNYA

1.Difinisi pendidikan yang benar adalah mengeluarkan ke-jeniusan anda, bukannya menjejalkan informasi. Anak didik memang perlu diajarkan tentang apa, siapa, kapan, dan dimana, tapi yang jauh lebih penting untuk mereka pelajari adalah mengapa dan bagaimana, karena dengan dua pertanyaan inilah otak mereka dituntut keras untuk menemukan jawaban dan me-lahirkan gagasan.

2. Pendidikan sejati anda dimulai begitu anda meninggalkan bangku sekolah. Dan ternyata kebanyakan dari kita justru berhenti belajar setelah lulus (mungkin karena sudah mendapat surat tanda tamat belajar)

3. Nilai raport dan ijazah yang baik tidak sepenting menemukan kejeniusan anda.Orang jenius adalah orang yang cukup beruntung karena bisa menemukan karunianya dan kemudian menemukan cara untuk menyumbangkan karunianya itu. Sepintar apapun anda, selama pengetahuan anda tidak bermanfaat bagi orang lain, maka anda bukanlah termasuk seorang yang jenius

4. Kemampuan anda untuk berubah dan belajar dengan cepat mungkin lebih penting daripada apa yang anda pelajari disekolah, hal itu karena dunia kita sekarang berputar jauh lebih cepat daripada sebelumnya. Ilmu yang anda pelajari di sekolah tidak akan berguna lagi saat anda lulus sekolah.

5. Raport tidak mengukur apa yang kita ketahui, tapi apa yang perlu kita perbaiki dalam hidup ini.Jadi seharusnya anda bersyukur bila mendapat nilai jelek, dengan begitu anda bisa tahu kelemahan anda dan bersegera untuk memperbaikinya.karena Kehebatan kita terletak pada kelemahan-kelemahan kita, tunggu apalagi?
PERBAIKILAH SEKARANG JUGA...!

6. Salah satu alasan kenapa sistem sekolah mempunyai banyak kesulitan untuk mengajar anak didik adalah karena tidak seorangpun memberi mereka alasan yang kuat sekaligus menggembirakan untuk belajar keras dan tetap bersekolah.
Jadi temukanlah alasan-alasan yang kuat kenapa anda harus sekolah? ( bukan hanya idealis tapi juga harus realistis )

7. Nilai baik penting di sekolah. Laporan keuangan penting dalam hidup. Orang yang masih saja membanggakan semua prestasinya disekolah sesungguhnya ia hidup dimasa lalu, lantas bagaimana dia bisa merencanakan masa depannya?

8. Sudah Terbukti lewat berbagai macam penelitian bahwa Tidak ada korelasi antara keberhasilan finansial dengan keberhasilan akademis, jadi tentukan dulu mana yang ingin anda capai?
Orang pintar atau orang kaya?
Tidak perlu harus punya gelar sarjana untuk jadi orang kaya, dan sebaliknya, bagaimana kesarjanaan anda bisa menunjang anda agar jauh lebih kaya.

9. Masalah anda dengan sekolah anda adalah bahwa anda seringkali menjadi apa yang anda  pelajari dan lupa untuk mengurus dan memikirkan bisnis anda sendiri.
(belajar masak jadi koki, belajar mesin jadi montir, belajar hukum jadi pengacara) jadilah pebisnis bukan pekerja, jadilah pemilik bukan pengelola.

10. Di Era informasi sekarang ini tidak cukup hanya meng-andalkan IQ tinggi,kreativitas, tapi keberanian untuk mengarungi dunia nyata.

NON SCHOLA SED VITA DISCIMUS
kita bukan belajar untuk sekolah, melainkan untuk kehidupan




PERBEDAAN MENDASAR
PENDIDIKAN DI SEKOLAH DAN DUNIA NYATA

SEKOLAH

1. Mengajarkan Berpikir benar salah 
2. Mengajarkan Berpikir kritis
    (mengkritik agenda yang dibuat orang lain)          
3. Mengajarkan berpikir solutif
    (memecahkan masalah)   
4. Mengajarkan berpikir individualistis
   (sendiri dalam menyelesaikan masalah)    
5. Mengajarkan berpikir takut salah  

DUNIA NYATA

1. Mengajarkan Berpikir mana yang relevan
2. Mengajarkan Berpikir kreatif
   (menciptakan agenda baru yang belum ada )
3. Mengajarkan berpikir Antisipatif
   (menghindari kondisi yang dapat menimbulkan masalah)
4. Mengajarkan berpikir partisipatif
   (Bekerja sama dalam mengatasi masalah)
5. Mengajarkan berpikir berani gagal


Jadi menurut saya…

PENDIDIKAN SETELAH SEKOLAH ITU LEBIH PENTING DARIPADA PENDIDIKAN DISEKOLAH…

Hemm… anda tidak setuju?
Itu hak anda…

MARI KITA BAHAS LEBIH LANJUT


ORANG BODOH DAN ORANG PINTAR

Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya dia bisnis..
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar. Walhasil Boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.

Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk ke-perluan orang bodoh.

Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya men-dapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.

Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka disuruh orang pintar untuk membuatnya.

Orang Bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH). Oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.

Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada diatas.

Orang bodoh berpikir pendek, untuk memutuskan sesuatu dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi staffnya orang bodoh.

Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja. Tapi orang-orang pintar DEMO, walhasil orang-orang pintar “meratap-ratap” kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.

Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan meng-habiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa dijadikan duit. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.

Bill Gates (Microsoft), Dell, Hendri (Ford), Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group). Adalah orang-orang bodoh (tidak pernah dapat S1) yang kaya. Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.

PERTANYAAN:
1. Jadi mending jadi orang pinter atau orang bodoh??
2. Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh??
3. Mulia mana antara orang pinter atau orang bodoh??
4. Susah mana antara orang pinter atau orang bodoh??

Kesimpulan

1. Jangan lama-lama jadi orang pinter, lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.

2. Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.

3. Kata kunci nya adalah “resiko” dan “berusaha”, karena orang bodoh berpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil. Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut, dan mengabdi pada orang bodoh.



MACAM MACAM USAHA MANUSIA

1.KEGIATAN ATAU TUGAS : usaha ini tidak berpeluang untuk maju, meski berapa lamapun anda menekuninya contohnya pekerja kasar.

2.PEKERJAAN : usaha ini belum tentu memberikan kesempatan untuk maju karena kita bekerja untuk orang lain.namun kita biasa menggunakan kata ini untuk mewakili setiap aktivitas ekonomi. Contohnya buruh pabrik, pekerja kantoran.

3.KARIR : usaha ini berpeluang untuk maju, tapi tidak semua orang bisa. Contoh: Artis dan Olahragawan.

4.PROFESI : Syarat untuk bisa menjadi profesional adalah mempunyai tingkat kemahiran yang tinggi dan komitmen moral yang mendalam. Contohnya: dokter dan Pengacara.

5.DAGANG : Inilah tahap awal dimana sebuah peluang menuju kesuksesan dan kekayaan langgeng dimulai. Banyak kerajaan bisnis yang berangkat dari usaha dagang kecil-kecilanatau dengan membuka usaha rumah tangga.

6.BISNIS : Usaha ini adalah satu-satunya peluang terbesar anda untuk bisa meraih segala kesuksesan dan kekayaan sejati, anda tinggal memilih bisnis apa yang anda ingin miliki, apakah PO,PT, atau koperasi.

7.INVESTASI : Setelah anda memiliki bisnis pribadi, maka usaha anda berikutnya adalah melakukan Strategi Investasi Berupa akumulasi berbagai riset riil. Dengan usaha paling pamungkas ini anda tidak perlu lagi repot bekerja, karena pada level inilah Uang yang justru mau merepotkan dirinya untuk bekerja pada anda.    



PNS vs PEDAGANG

sebelumnya,maaf klo ada yang tersinggung karena judulnya.
penulis sama sekali tidak bermaksud menyakiti hati siapapun, karena penulis juga calon PNS. He…3x
So, ane cuman ingin banyak orang berpikir lebih gila. Karena kata kahlil ghibran “Diantara orang-orang gila, Satu-satunya orang gila adalah satu-satunya orang waras” betul ga?

orang pinter…? wah dah banyak banget,
orang cerdas….?  juga ada dimana-mana,
seperti orang bodoh yang diperlukan supaya orang pinter bisa disebut pinter.negeri ini kurang rakyat gila… biar negeri ini bisa disebut negeri waras.oke?

Pasti, ane jamin 99% rakyat indonesia menganggap pekerjaan paling aman adalah menjadi PNS.
bener? klo jawab enggak,pasti gengsi mo bilang iya. wakakakak

hellooowww……. aman yang bagaimana maksudnya????
aman dari segi penghasilan, kan gajinya tetep.
bukannya kalo gajinya tetep, malah itu ga aman ya?
sori, otak ane kebalik, alias gila, jadi sori kalo aneh, wakakakaka..

gaji tetep itu malah ga aman donk,kita mo kerja sekeras apapun juga,hasilnya tetep aja segitu kan? Bener ga?
So.. percuma donk, kerja capek-capek hasilnya segitu-segitu aja,
bedakan dengan dagang! klo yang tadinya kita cuma buka toko 1, terus meningkat punya 3toko,hasilnya nambah kan?
makin berkeringat makin banyak hasil, ya ga?

sekarang yang lebih aman mana? PNS apa dagang?
masih PNS? 
Soalnya klo kita males-malesan hasilnya juga tetep.

wkwkwkw terlalu banyak orang pinter, cerdas dan waras mengambil pola pikir seperti itu. itulah yang namanya SAMPAH NEGARA.hanya bisa menikmati pemberian negara tapi ga bisa memberi kenikmatan untuk negara.mau di bilang SAMPAH NEGARA??

Gimana dengan dagang? emang ada pedagang yang jadi sampah negara?? walaupun pedagang kecil, itu pahlawan negara.dia bisa hidup bukan dari pemberian negaranya.

so, masih menganggap PNS lebih aman?? masih!!!!!!!!!!!!
soalnya ada pensiunan!!

Wakakakakakakak ngakak abiz ane denger ini,,,pede amat bisa hidup sampe pensiun?? Ha..3x yakin umur bisa lebih dari 55??
makanan aja ga suka sayur,sukanya ayam yang di goreng tepung, burger yang kejunya banyak, minumnya? air putih??? halah ga jaman!!!!
minum tuh yang bersoda,biar bisa terbang!!!!!! klo abis makan ga ngrokok?? hah lidahnya pait! lagian ga keren,  ha..3x
yakin bisa kerja ampe pensiun???

nyadar hoy,,,,,,, wkwkwkw
umur manusia makin lama makin pendek,,,makanya jangan nunggu tua klo mo sukses,ntar ga nyampe tua? sia-sia donk hidupnya, so? masih mau berharap uang pensiun???

lah, klo mau, kerja sedikit lebih keras, dagangnya diperbanyak, diperluas,utamakan kepuasan pelanggan,gedenya uang pensiun ga bakalan seberapa dibanding dengan hasil yang didapat dari memberikan tenaga yang lebih dalam berdagang.
bahkan klo pelanggan dah ga bisa ke lain hati, bukan cuma uang pensiun yang di dapat, rejeki buat anak turunan dah disiapkan. 

nah lo! masih menganggap PNS lebih aman??
masih!!!!!! soalnya gaji PNS pasti naik, minimal tetep. Ga pernah turun.

klo dagang bisa turun.justru karena penghasilan bisa turun,
maka saat itulah dia bisa lebih dekat dengan Penciptanya.ya kan???  klo rugi pasti langsung berdoa,"Ya Allah semoga daganganku laris,hasilnya meningkat, aku bekerja lebih keras, lebih ramah dengan orang dll.." justru saat penghasilan turunlah Tuhan lebih senang.karena jarang ada hamba yang menyapa-Nya ketika penghasilannya naik.

So, kalau ga mau penghasilan turun,gampang koq, sapa Dia kalau penghasilan lagi naik. karena PNS ga pernah turun penghasilannya, makanya banyak yang lupa ma Dia… Astaghfirullah.

Karena Allah sayang sama dia… biar PNS  inget lagi,caranya bukan dikurangi penghasilannya, tapi mungkin dengan:

1. pengeluaran yang tiba-tiba jadi banyak.
mungkin karena anak sakit, mobil rusak, rumah ancur kena gempa, istri minta berlian segudang dan masih banyak lagi pengeluaran yang entah kenapa tiba-tiba penghasilan menjadi terasa makin dikit.

2. dibiarkan korupsi.karena dengan korupsi, dia pasti akan terkena imbasnya.dan setelah kena imbasnya itu, pasti dia akan ingat dengan Tuhan yang telah mengijinkannya korupsi.
dan ingat, harta yang didapat oleh PNS adalah dari uang negara yang diatur oleh undang-undang.dan hukumannya adalah penjara. beda dengan dagang,uangmu ya uangmu,mo diapakan juga bukan urusan negara.

so, mana yang lebih menakutkan? PNS atau pedagang?
PNS!!!!!!!! soalnya pedagang paling segitu-gitu aja,klo PNS kan bisa naik pangkat.wkwkwkwkw......

buat apa naik pangkat klo yang dapet manfaatnya cuma itu-itu aja? kerja buat anak istri, orang tua, saudara.mo dari pangkat paling bawah ampe paling atas, jabatan pelaksana ampe menteri,klo yang bisa mendapat manfaatnya cuma mereka.
apa bedanya ama pedagang di pasar tradisional yang hasilnya juga buat anak istri, orang tua, saudara.
Kecuali hasilnya buat istri kedua, lain lagi urusannya he…3x.

Jadi PNS itu,hal yang sangat beresiko,terutama untuk kewarasan hidup. lah kenapa bisa gitu?

 gimana enggak,pangkat menyesuaikan tingkat pendidikan.
emang tingkat pendidikan selalu sesuai dengan kinerja dalam berbakti pada negara? ada yang kerja banting tulang ngurus pekerjaan kantor, ada yang belajar banting tulang nyelesaikan kuliahnya buat naik pangkat.

kerjaan selesai dengan memuaskan,yang naik pangkat siapa? yang kuliah kan? toh kerja rajin ma males penghasilan sama aja,

daripada sibuk kerja, mending sibuk belajar buat naik pangkat? ya ga?

naik pangkat karena prestasi,ada sih emang, tapi berapa banyak yang bisa gitu? wkwkwkw,
formalitas, bahkan menyedihkan,karena banyak yang ga terima dia berbeda dengan yang lainnya.
ya, begitulah PNS.ibarat maen bola,biar harga pemain jadi mahal,pake seragamnya yang bagus,ga usah main bagus,, ga usah cetak gol banyak,jadi cadangan aja gpp koq, yang penting seragamnya rapih.konyol ga?? gila ga?? wakakakakak

wkwkwkw...masih mau jadi PNS??? PNS aman???
aman, bagi kami orang gila.yang siap berkutat pada kehidupan yang gila. dan kami siap menggilakan negara ini.tempat gila seperti ini, hanya untuk orang gila seperti kami.bukan untuk orang waras seperti kebanyakan orang. sekian.

sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4600548


ESENSI PENDIDIKAN YANG SEBENARNYA

Dunia pendidikan memang dunia misteri yang sulit diungkapkan.
kenapa ane bilang dunia misteri? alasannya:

1. berapa banyak orang berpendidikan tinggi yang sekarang masih menganggur banting tulang nyari kerjaan.
2. orang berbondong-bondong menuju pendidikan yang tinggi hanya  untuk menyerahkan kemampuannya untuk si bos.
3. berapa banyak sarjana pertanian yang berprofesi sebagai pegawai  bank?
4. berapa banyak anak sma jurusan ipa kuliahnya di fakultas ekonomi atau mungkin hukum.

dari fakta diatas, apa sih tujuan sekolah? bingung?
makanya dunia pendidikan layaknya dunia misteri, ga jelas.

mungkin keanehan dunia pendidikan kita dimulai karena para-digma lama, alias petuah leluhur kita yg dulu dijajah kompeni.

"nak, belajar yang pinter, biar nanti gampang cari kerja."
dari kalimat tadi, ada dua tujuan yang bisa kita tangkap jelas:
1. belajar biar pinter 
2. gampang cari kerja

2 hal ini jelas-jelas paradigma yang dibangun kaum penjajah biar kita bisa dimanfaatkan dengan mudah. kenapa?

1. BIAR PINTER,
jadi kita dididik biar pinter aja, otak kita penuh dengan pelajaran-pelajaran. kita ga dididik jadi orang yang cerdas, penuh akal, karena penjajah takut kita justru bisa mengakali mereka. kita ga dididik jadi orang yang kritis, tanggap, dan demokratis karena penjajah takut kita bisa memberontak seketika.


2. CARI KERJA,
jadi kita dididik hanya untuk mencari pekerjaan, bukan untuk menciptakan pekerjaan. penjajah hanya ingin kita bekerja untuk mereka, bukan untuk kita sendiri. penjajah takut kita lebih maju dari mereka.

So, kalau yang sampai saat ini masih menggunakan paradigma itu,  maaf, ANDA MASIH HIDUP DALAM MASA PENJAJAHAN.

kalau hanya untuk pintar, beli buku aja se Gramedia, 1 minggu khatamin 1 buku. dijamin pinter. kalau hanya nyari kerja, sampah di jalanan masih banyak tuh, nyapu di jalanan juga pekerjaan yang mulia bukan?

trus sekarang dah terlanjur begini, apa yang bisa kita lakukan??
gampang,

1. introspeksi diri, cari hal apa yang sering bikin agan lupa makan, minum, tidur, bahkan bernafas.
apakah editing video? jadilah editor profesional. ngerjain soal-soal akuntansi? jadilah dosen or akuntan publik handal. nggambar-nggambar sotosop or corel? jadilah desain grafis aja,

jangan takut untuk beralih ke segala hal yang kamu sukai, ketika kamu berjuang untuk sesuatu yang kamu sukai, seberat apapun tantangannya pasti akan kamu hadapi dengan senang hati.

2. fokus, jadikan hobimu sebagai fokus profesimu.
jangan takut kalau kamu nanti ga dapet kerja, kerjaan itu bisa dateng darimana aja. ketika kamu dah profesional di bidangmu,
pekerjaanlah yang akan mencarimu.

kalau hobimu mancing, profesionalah di bidang mancing, lalu tunggulah pengusaha-pengusaha kolam pemancingan yang akan datang berkonsultasi tentang kolam ikannya.
atau pengusaha peralatan mancing yang meminta anda menjadi Kepala bidang research and development.
KALAU MASIH SD, SMP GMN?

1. kalau emang tujuannya kamu mo cari kerja, ntar klo mo lanjut sekolah, jangan masuk SMA, pilih aja SMK. kalau tujuan agan sekolah mo jadi ilmuwan, baru silahkan masuk SMA.

2. pilih jurusan yang emang agan suka, jangan lagi berpatokan dengan patokan yang konyol bahwa klo jurusan IPA buat yang pinter, IPS buat yang bodo.
Banyak temen saya yang dari IPS justru jadi perawat dan bidan. Tidak sedikit pula temen saya yang jurusan IPA jadi guru Sejarah atau Olahraga.

saatnya kita tahu esensi pendidikan yang kita jalani saat ini,
jangan sampai kita hanya menghambur-hamburkan uang untuk mengejar embel-embel SBI (Sekolah berstandar Internasional),  atau goodwill suatu universitas (yang penting UI/UGM), bukan itu esensi pendidikan.

seharusnya dunia pendidikan membuat yang berada di dalamnya
menjadi insan yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan masyarakat. Bukan untuk menambah beban hidup orang tua
atau menambah beban negara.

Cara belajar paling efektif adalah: Bekerja sambil belajar.

betapa banyak mahasiswa yang malas kalau suruh belajar?
itu karena ga ada motivasi lain untuk belajar, kecuali untuk lulus ujian.

lihat bedanya, seorang pegawai swasta yang sangat antusias
dalam mengikuti kursus pajak walaupun begitu banyak
aturan pasal-pasal dan tarifnya.

mereka sangat antusias karena mereka merasa BUTUH pelajaran itu untuk kehidupannya. kehidupan nyata-nya.

di sini kita bisa lihat, dunia pendidikan seperti memiliki dunia sendiri dan tidak peduli dengan dunia nyata yang akan dihadapi oleh almamaternya. ironis.

tapi kalau bekerja dulu sambil belajar, mana ada perusahaan yang mau nerima pegawai  yang belum tahu apa-apa, dan baru mau belajar nanti kalau dah kerja?

hanya ada satu perusahaan yang mau nerima orang-orang kaya gitu. yaitu perusahaanmu sendiri.

so jangan takut untuk memulai untuk membangun perusahaan sendiri. jangan bayangkan perusahaan harus yang megah, punya kantor,  punya pegawai banyak, modal miliaran.

dari sesuatu yang kamu mulai itu, bersiaplah untuk menjadi pribadi pembelajar,  yang tak sadar bahwa sebenarnya anda sedang belajar keras  untuk meningkatkan kualitas diri.

nah, jadi harusnya apa donk yang dipelajari di sekolah
biar nyambung dengan dunia nyata?

buang paradigma SEKOLAH TEMPAT MENIMBA ILMU.
Sekolah seharusnya tidak hanya untuk menimba ilmu,
tapi juga membangun sikap dan prilaku siswanya.

mungkin akan lebih bijak jika sekolah SD  tidak perlu memberikan pelajaran susunan pemerintahan,  hukum dan kewarganegaraan.

cukuplah mengenalkan siapa presiden kita yang harus kita hormati, menyanyikan lagu-lagu nasioanal, memainkan alat-alat musik tradisional.

alangkah bijaksana jika SD hanya mengajarkan hal-hal yang nyata-nyata dibutuhkan untuk anak-anak seusianya,

mereka butuh bermain, butuh berinteraksi dengan teman-temannya. mereka tidak membutuhkan les matematika, les bhs inggris,  dan les-les lainnya.

biarkan si anak mengutarakan kenginginannya, kesukaannya,
berikan waktu yang cukup untuk mereka melakukan hobinya...

ketika sudah mulai beranjak dewasa,  saatnya dunia pendidikan memberikan arahan  untuk menjadi pribadi yang anggun,

tanamkan nilai-nilai kejujuran, integritas, kerjasama,
gotong-royong, pantang menyerah, kreatif, kritis, atraktif....

sediakan ilmu-ilmu yang mereka butuhkan, 
yang mereka tanyakan kepada gurunya. pertanyaan yang mereka dapatkan sendiri dari observasi sederhana
dalam kehidupan mereka di rumah, bersama teman di lingkungannya,  ataupun di lingkungan sekolahnya,,

jadikan sekolah tempat yang menyenangkan untuk berinteraksi, mencari dan menggali ilmu. bukan menjadikan sekolah sebagai tempat untuk membuang uang, tenaga pikiran, hanya untuk mencari titel bekal mancari pekerjaan.

Semoga bermanfaat
terinspirasi dari film terbaik ane, 3idiot .

0 komentar:

Posting Komentar