Mungkin pertanyaan diatas adalah pertanyaan konyol, karena pasti
jawabanya adalah “iya jelas dong pendidikan itu penting, kalau ngga’ penting
ngapain kita harus sekolah, ngapain harus belajar, buktinya juga udah banyak
kok kalau orang pintar itu lebih mudah sukses daripada orang bodoh”
Saya teringat Kata tantowi yahya didalam salah satu iklannya :
Membaca adalah jendela dunia, dengan membaca kita akan banyak tahu,
dengan banyak tahu kita akan pandai, berarti dengan tidak membaca kita akan
dekat dengan kebodohan, dan kebodohan sangat dekat dengan kemiskinan.
Pertanyaanya…
apakah semua orang pintar sukses?
Apakah semua orang bodoh miskin?
Jawabanya tentu tidak…
Nah disini saya akan mencoba meluruskan bahwa pendidikan itu penting bila
ada tujuan yang ingin dicapai lewat pendidikan itu. sebaliknya jika pendidikan
itu hanya dilakukan untuk mengisi waktu luang atau hanya sekedar memperoleh
ijazah saja, saya katakan “pendidikan itu tidak penting”. Buat apa seorang anak
yang gemar matematika dipaksa harus belajar bahasa inggris? Mengapa anak yang
suka main musik harus dipaksa kursus komputer?
Mengapa anak yang suka olahraga harus dipaksa kursus piano? Sungguh
sangat menggelikan.
Buat adik-adikku.. temukan bakat kalian, ini hidupmu… cintailah yang kau
kerjakan, dan pastikan itu baik buat banyak orang.
Tidak ada orang besar yang
sukses karena disuruh, mereka melakukanya karena memang mereka ingin
melakukannya.
PENDIDIKAN
YANG SEBENARNYA
1.Difinisi pendidikan yang benar adalah mengeluarkan
ke-jeniusan anda, bukannya menjejalkan informasi. Anak didik memang perlu
diajarkan tentang apa, siapa, kapan, dan dimana, tapi yang jauh lebih penting
untuk mereka pelajari adalah mengapa dan bagaimana, karena dengan dua
pertanyaan inilah otak mereka dituntut keras untuk menemukan jawaban dan me-lahirkan
gagasan.
2. Pendidikan sejati anda dimulai begitu anda
meninggalkan bangku sekolah. Dan ternyata kebanyakan dari kita justru berhenti
belajar setelah lulus (mungkin karena sudah mendapat surat tanda tamat belajar)
3. Nilai raport dan ijazah yang baik tidak
sepenting menemukan kejeniusan anda.Orang jenius adalah orang yang cukup
beruntung karena bisa menemukan karunianya dan kemudian menemukan cara untuk
menyumbangkan karunianya itu. Sepintar apapun anda, selama pengetahuan anda
tidak bermanfaat bagi orang lain, maka anda bukanlah termasuk seorang yang
jenius
4. Kemampuan anda untuk berubah dan belajar
dengan cepat mungkin lebih penting daripada apa yang anda pelajari disekolah,
hal itu karena dunia kita sekarang berputar jauh lebih cepat daripada
sebelumnya. Ilmu yang anda pelajari di sekolah tidak akan berguna lagi saat
anda lulus sekolah.
5. Raport tidak mengukur apa yang kita
ketahui, tapi apa yang perlu kita perbaiki dalam hidup ini.Jadi seharusnya anda
bersyukur bila mendapat nilai jelek, dengan begitu anda bisa tahu kelemahan
anda dan bersegera untuk memperbaikinya.karena Kehebatan kita terletak pada
kelemahan-kelemahan kita, tunggu apalagi?
PERBAIKILAH SEKARANG JUGA...!
6. Salah satu alasan kenapa sistem sekolah
mempunyai banyak kesulitan untuk mengajar anak didik adalah karena tidak
seorangpun memberi mereka alasan yang kuat sekaligus menggembirakan untuk
belajar keras dan tetap bersekolah.
Jadi temukanlah alasan-alasan yang kuat
kenapa anda harus sekolah? ( bukan hanya idealis tapi juga harus realistis )
7. Nilai baik penting di sekolah. Laporan
keuangan penting dalam hidup. Orang yang masih saja membanggakan semua
prestasinya disekolah sesungguhnya ia hidup dimasa lalu, lantas bagaimana dia
bisa merencanakan masa depannya?
8. Sudah Terbukti lewat berbagai macam
penelitian bahwa Tidak ada korelasi antara keberhasilan finansial dengan
keberhasilan akademis, jadi tentukan dulu mana yang ingin anda capai?
Orang pintar atau orang kaya?
Tidak perlu harus punya gelar sarjana untuk
jadi orang kaya, dan sebaliknya, bagaimana kesarjanaan anda bisa menunjang anda
agar jauh lebih kaya.
9. Masalah anda dengan sekolah anda adalah
bahwa anda seringkali menjadi apa yang anda
pelajari dan lupa untuk mengurus dan memikirkan bisnis anda sendiri.
(belajar masak jadi koki, belajar mesin jadi
montir, belajar hukum jadi pengacara) jadilah pebisnis bukan pekerja, jadilah
pemilik bukan pengelola.
10. Di Era informasi sekarang ini tidak cukup
hanya meng-andalkan IQ tinggi,kreativitas, tapi keberanian untuk mengarungi
dunia nyata.
NON
SCHOLA SED VITA DISCIMUS
kita
bukan belajar untuk sekolah, melainkan untuk kehidupan
PERBEDAAN MENDASAR
PENDIDIKAN DI SEKOLAH DAN DUNIA NYATA
SEKOLAH
1. Mengajarkan Berpikir benar salah
2. Mengajarkan Berpikir kritis
(mengkritik
agenda yang dibuat orang lain)
3. Mengajarkan berpikir solutif
(memecahkan
masalah)
4. Mengajarkan berpikir individualistis
(sendiri
dalam menyelesaikan masalah)
5. Mengajarkan berpikir takut salah
DUNIA NYATA
1. Mengajarkan Berpikir mana yang relevan
2. Mengajarkan Berpikir kreatif
(menciptakan
agenda baru yang belum ada )
3. Mengajarkan berpikir Antisipatif
(menghindari
kondisi yang dapat menimbulkan masalah)
4. Mengajarkan berpikir partisipatif
(Bekerja
sama dalam mengatasi masalah)
5. Mengajarkan berpikir berani gagal
Jadi menurut saya…
PENDIDIKAN SETELAH
SEKOLAH ITU LEBIH PENTING DARIPADA PENDIDIKAN DISEKOLAH…
Hemm… anda tidak
setuju?
Itu hak anda…
MARI KITA BAHAS LEBIH LANJUT
ORANG BODOH DAN ORANG PINTAR
Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya dia
bisnis..
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus
rekrut orang Pintar. Walhasil Boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.
Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka
dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.
Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk ke-perluan orang bodoh.
Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah
untuk selanjutnya mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya men-dapatkan
uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.
Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato,
maka disuruh orang pintar untuk membuatnya.
Orang Bodoh kayaknya susah untuk lulus
sekolah hukum (SH). Oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar
untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.
Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual
omongan, sementara itu orang pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar
menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh
sudah ada diatas.
Orang bodoh berpikir pendek, untuk memutuskan
sesuatu dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang
pintar menjadi staffnya orang bodoh.
Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan,
dia PHK orang-orang pintar yang berkerja. Tapi orang-orang pintar DEMO,
walhasil orang-orang pintar “meratap-ratap” kepada orang bodoh agar tetap
diberikan pekerjaan.
Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang
pinter akan meng-habiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang,
sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan
keluarganya.
Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa
dijadikan duit. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.
Bill Gates (Microsoft), Dell, Hendri (Ford),
Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group). Adalah
orang-orang bodoh (tidak pernah dapat S1) yang kaya. Ribuan orang-orang pintar
bekerja untuk mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung
pada orang bodoh.
PERTANYAAN:
1. Jadi mending jadi orang pinter atau orang
bodoh??
2. Pinteran mana antara orang pinter atau
orang bodoh??
3. Mulia mana antara orang pinter atau orang
bodoh??
4. Susah
mana antara orang pinter atau orang bodoh??
Kesimpulan
1. Jangan lama-lama jadi orang pinter,
lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.
2. Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada
jadi orang pinter yang bodoh.
3. Kata kunci nya adalah “resiko” dan
“berusaha”, karena orang bodoh berpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil,
selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil. Orang pinter berpikir
panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan
berusaha mengambil resiko tersebut, dan mengabdi pada orang bodoh.
MACAM MACAM USAHA MANUSIA
1.KEGIATAN ATAU TUGAS : usaha ini tidak
berpeluang untuk maju, meski berapa lamapun anda menekuninya contohnya pekerja
kasar.
2.PEKERJAAN : usaha ini belum tentu
memberikan kesempatan untuk maju karena kita bekerja untuk orang lain.namun
kita biasa menggunakan kata ini untuk mewakili setiap aktivitas ekonomi.
Contohnya buruh pabrik, pekerja kantoran.
3.KARIR : usaha ini berpeluang untuk maju,
tapi tidak semua orang bisa. Contoh: Artis dan Olahragawan.
4.PROFESI : Syarat untuk bisa menjadi
profesional adalah mempunyai tingkat kemahiran yang tinggi dan komitmen moral
yang mendalam. Contohnya: dokter dan Pengacara.
5.DAGANG : Inilah tahap awal dimana sebuah
peluang menuju kesuksesan dan kekayaan langgeng dimulai. Banyak kerajaan bisnis
yang berangkat dari usaha dagang kecil-kecilanatau dengan membuka usaha rumah
tangga.
6.BISNIS : Usaha ini adalah satu-satunya
peluang terbesar anda untuk bisa meraih segala kesuksesan dan kekayaan sejati,
anda tinggal memilih bisnis apa yang anda ingin miliki, apakah PO,PT, atau koperasi.
7.INVESTASI : Setelah anda memiliki bisnis
pribadi, maka usaha anda berikutnya adalah melakukan Strategi Investasi Berupa
akumulasi berbagai riset riil. Dengan usaha paling pamungkas ini anda tidak
perlu lagi repot bekerja, karena pada level inilah Uang yang justru mau
merepotkan dirinya untuk bekerja pada anda.
PNS vs
PEDAGANG
sebelumnya,maaf klo ada yang tersinggung
karena judulnya.
penulis sama sekali tidak bermaksud menyakiti
hati siapapun, karena penulis juga calon PNS. He…3x
So, ane cuman ingin banyak orang berpikir
lebih gila. Karena kata kahlil ghibran “Diantara orang-orang gila, Satu-satunya
orang gila adalah satu-satunya orang waras” betul ga?
orang pinter…? wah dah banyak banget,
orang cerdas….? juga ada dimana-mana,
seperti orang bodoh yang diperlukan supaya
orang pinter bisa disebut pinter.negeri ini kurang rakyat gila… biar negeri ini
bisa disebut negeri waras.oke?
Pasti, ane jamin 99% rakyat indonesia
menganggap pekerjaan paling aman adalah menjadi PNS.
bener? klo jawab enggak,pasti gengsi mo
bilang iya. wakakakak
hellooowww……. aman yang bagaimana
maksudnya????
aman
dari segi penghasilan, kan gajinya tetep.
bukannya kalo gajinya tetep, malah itu ga
aman ya?
sori, otak ane kebalik, alias gila, jadi sori
kalo aneh, wakakakaka..
gaji tetep itu malah ga aman donk,kita mo
kerja sekeras apapun juga,hasilnya tetep aja segitu kan? Bener ga?
So.. percuma donk, kerja capek-capek hasilnya
segitu-segitu aja,
bedakan dengan dagang! klo yang tadinya kita
cuma buka toko 1, terus meningkat punya 3toko,hasilnya nambah kan?
makin berkeringat makin banyak hasil, ya ga?
sekarang yang lebih aman mana? PNS apa
dagang?
masih PNS?
Soalnya
klo kita males-malesan hasilnya juga tetep.
wkwkwkw terlalu banyak orang pinter, cerdas
dan waras mengambil pola pikir seperti itu. itulah yang namanya SAMPAH
NEGARA.hanya bisa menikmati pemberian negara tapi ga bisa memberi kenikmatan
untuk negara.mau di bilang SAMPAH NEGARA??
Gimana dengan dagang? emang ada pedagang yang
jadi sampah negara?? walaupun pedagang kecil, itu pahlawan negara.dia bisa
hidup bukan dari pemberian negaranya.
so, masih menganggap PNS lebih aman??
masih!!!!!!!!!!!!
soalnya
ada pensiunan!!
Wakakakakakakak ngakak abiz ane denger
ini,,,pede amat bisa hidup sampe pensiun?? Ha..3x yakin umur bisa lebih dari
55??
makanan aja ga suka sayur,sukanya ayam yang
di goreng tepung, burger yang kejunya banyak, minumnya? air putih??? halah ga
jaman!!!!
minum tuh yang bersoda,biar bisa
terbang!!!!!! klo abis makan ga ngrokok?? hah lidahnya pait! lagian ga
keren, ha..3x
yakin bisa kerja ampe pensiun???
nyadar hoy,,,,,,, wkwkwkw
umur manusia makin lama makin
pendek,,,makanya jangan nunggu tua klo mo sukses,ntar ga nyampe tua? sia-sia
donk hidupnya, so? masih mau berharap uang pensiun???
lah, klo mau, kerja sedikit lebih keras, dagangnya
diperbanyak, diperluas,utamakan kepuasan pelanggan,gedenya uang pensiun ga
bakalan seberapa dibanding dengan hasil yang didapat dari memberikan tenaga
yang lebih dalam berdagang.
bahkan klo pelanggan dah ga bisa ke lain
hati, bukan cuma uang pensiun yang di dapat, rejeki buat anak turunan dah
disiapkan.
nah lo! masih menganggap PNS lebih aman??
masih!!!!!!
soalnya gaji PNS pasti naik, minimal tetep. Ga pernah turun.
klo dagang bisa turun.justru karena
penghasilan bisa turun,
maka saat itulah dia bisa lebih dekat dengan
Penciptanya.ya kan??? klo rugi pasti langsung berdoa,"Ya Allah
semoga daganganku laris,hasilnya meningkat, aku bekerja lebih keras, lebih
ramah dengan orang dll.." justru saat penghasilan turunlah Tuhan lebih
senang.karena jarang ada hamba yang menyapa-Nya ketika penghasilannya naik.
So, kalau ga mau penghasilan turun,gampang
koq, sapa Dia kalau penghasilan lagi naik. karena PNS ga pernah turun
penghasilannya, makanya banyak yang lupa ma Dia… Astaghfirullah.
Karena Allah sayang sama dia… biar PNS inget lagi,caranya bukan dikurangi
penghasilannya, tapi mungkin dengan:
1. pengeluaran yang tiba-tiba jadi banyak.
mungkin karena anak sakit, mobil rusak, rumah
ancur kena gempa, istri minta berlian segudang dan masih banyak lagi
pengeluaran yang entah kenapa tiba-tiba penghasilan menjadi terasa makin dikit.
2. dibiarkan korupsi.karena dengan korupsi,
dia pasti akan terkena imbasnya.dan setelah kena imbasnya itu, pasti dia akan
ingat dengan Tuhan yang telah mengijinkannya korupsi.
dan ingat, harta yang didapat oleh PNS adalah
dari uang negara yang diatur oleh undang-undang.dan hukumannya adalah penjara. beda
dengan dagang,uangmu ya uangmu,mo diapakan juga bukan urusan negara.
so, mana yang lebih menakutkan? PNS atau
pedagang?
PNS!!!!!!!! soalnya pedagang paling segitu-gitu aja,klo PNS kan bisa naik
pangkat.wkwkwkwkw......
buat apa naik pangkat klo yang dapet
manfaatnya cuma itu-itu aja? kerja buat anak istri, orang tua, saudara.mo dari
pangkat paling bawah ampe paling atas, jabatan pelaksana ampe menteri,klo yang
bisa mendapat manfaatnya cuma mereka.
apa bedanya ama pedagang di pasar tradisional
yang hasilnya juga buat anak istri, orang tua, saudara.
Kecuali hasilnya buat istri kedua, lain lagi
urusannya he…3x.
Jadi
PNS itu,hal yang sangat beresiko,terutama untuk kewarasan hidup. lah kenapa
bisa gitu?
gimana
enggak,pangkat menyesuaikan tingkat pendidikan.
emang tingkat pendidikan selalu sesuai dengan
kinerja dalam berbakti pada negara? ada yang kerja banting tulang ngurus
pekerjaan kantor, ada yang belajar banting tulang nyelesaikan kuliahnya buat
naik pangkat.
kerjaan selesai dengan memuaskan,yang naik
pangkat siapa? yang kuliah kan?
toh kerja rajin ma males penghasilan sama aja,
daripada
sibuk kerja, mending sibuk belajar buat naik pangkat? ya ga?
naik pangkat karena prestasi,ada sih emang,
tapi berapa banyak yang bisa gitu? wkwkwkw,
formalitas, bahkan menyedihkan,karena banyak
yang ga terima dia berbeda dengan yang lainnya.
ya, begitulah PNS.ibarat maen bola,biar harga
pemain jadi mahal,pake seragamnya yang bagus,ga usah main bagus,, ga usah cetak
gol banyak,jadi cadangan aja gpp koq, yang penting seragamnya rapih.konyol ga??
gila ga?? wakakakakak
wkwkwkw...masih mau jadi PNS??? PNS aman???
aman, bagi kami orang gila.yang siap berkutat
pada kehidupan yang gila. dan kami siap menggilakan negara ini.tempat gila
seperti ini, hanya untuk orang gila seperti kami.bukan untuk orang waras
seperti kebanyakan orang. sekian.
sumber
:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4600548
ESENSI
PENDIDIKAN YANG SEBENARNYA
Dunia pendidikan memang dunia misteri yang
sulit diungkapkan.
kenapa ane bilang dunia misteri? alasannya:
1. berapa banyak orang berpendidikan tinggi
yang sekarang masih menganggur banting tulang nyari kerjaan.
2. orang berbondong-bondong menuju pendidikan
yang tinggi hanya untuk menyerahkan
kemampuannya untuk si bos.
3. berapa banyak sarjana pertanian yang
berprofesi sebagai pegawai bank?
4. berapa banyak anak sma jurusan ipa
kuliahnya di fakultas ekonomi atau mungkin hukum.
dari fakta diatas, apa sih tujuan sekolah? bingung?
makanya dunia pendidikan layaknya dunia
misteri, ga jelas.
mungkin keanehan dunia pendidikan kita
dimulai karena para-digma lama, alias petuah leluhur kita yg dulu dijajah kompeni.
"nak, belajar yang pinter, biar nanti
gampang cari kerja."
dari kalimat tadi, ada dua tujuan yang bisa
kita tangkap jelas:
1. belajar biar pinter
2. gampang cari kerja
2 hal ini jelas-jelas paradigma yang dibangun
kaum penjajah biar kita bisa dimanfaatkan dengan mudah. kenapa?
1. BIAR PINTER,
jadi kita dididik
biar pinter aja, otak kita penuh dengan pelajaran-pelajaran. kita ga dididik
jadi orang yang cerdas, penuh akal, karena penjajah takut kita justru bisa
mengakali mereka. kita ga dididik jadi orang yang kritis, tanggap, dan
demokratis karena penjajah takut kita bisa memberontak seketika.
2. CARI KERJA,
jadi kita dididik
hanya untuk mencari pekerjaan, bukan untuk menciptakan pekerjaan. penjajah
hanya ingin kita bekerja untuk mereka, bukan untuk kita sendiri. penjajah takut
kita lebih maju dari mereka.
So, kalau yang sampai saat ini masih
menggunakan paradigma itu, maaf, ANDA
MASIH HIDUP DALAM MASA PENJAJAHAN.
kalau hanya untuk pintar, beli buku aja se
Gramedia, 1 minggu khatamin 1 buku. dijamin pinter. kalau hanya nyari kerja,
sampah di jalanan masih banyak tuh, nyapu di jalanan juga pekerjaan yang mulia
bukan?
trus sekarang dah terlanjur begini, apa yang
bisa kita lakukan??
gampang,
1. introspeksi diri, cari hal apa yang sering
bikin agan lupa makan, minum, tidur, bahkan bernafas.
apakah editing video? jadilah editor
profesional. ngerjain soal-soal akuntansi? jadilah dosen or akuntan publik
handal. nggambar-nggambar sotosop or corel? jadilah desain grafis aja,
jangan takut untuk beralih ke segala hal yang
kamu sukai, ketika kamu berjuang untuk sesuatu yang kamu sukai, seberat apapun
tantangannya pasti akan kamu hadapi dengan senang hati.
2. fokus, jadikan hobimu sebagai fokus
profesimu.
jangan takut kalau kamu nanti ga dapet kerja,
kerjaan itu bisa dateng darimana aja. ketika kamu dah profesional di bidangmu,
pekerjaanlah yang akan mencarimu.
kalau hobimu mancing, profesionalah di bidang
mancing, lalu tunggulah pengusaha-pengusaha kolam pemancingan yang akan datang
berkonsultasi tentang kolam ikannya.
atau pengusaha peralatan mancing yang meminta
anda menjadi Kepala bidang research and development.
KALAU MASIH SD, SMP GMN?
1. kalau emang tujuannya kamu mo cari kerja,
ntar klo mo lanjut sekolah, jangan masuk SMA, pilih aja SMK. kalau tujuan agan
sekolah mo jadi ilmuwan, baru silahkan masuk SMA.
2. pilih jurusan yang emang agan suka, jangan
lagi berpatokan dengan patokan yang konyol bahwa klo jurusan IPA buat yang
pinter, IPS buat yang bodo.
Banyak temen saya yang dari IPS justru jadi
perawat dan bidan. Tidak sedikit pula temen saya yang jurusan IPA jadi guru
Sejarah atau Olahraga.
saatnya kita tahu esensi pendidikan yang kita
jalani saat ini,
jangan sampai kita hanya menghambur-hamburkan
uang untuk mengejar embel-embel SBI (Sekolah berstandar Internasional), atau goodwill suatu universitas (yang penting
UI/UGM), bukan itu esensi pendidikan.
seharusnya dunia pendidikan membuat yang
berada di dalamnya
menjadi insan yang bermanfaat bagi dirinya
sendiri dan masyarakat. Bukan untuk menambah beban hidup orang tua
atau menambah beban negara.
Cara
belajar paling efektif adalah: Bekerja sambil belajar.
betapa banyak mahasiswa yang malas kalau
suruh belajar?
itu karena ga ada motivasi lain untuk belajar,
kecuali untuk lulus ujian.
lihat bedanya, seorang pegawai swasta yang
sangat antusias
dalam mengikuti kursus pajak walaupun begitu
banyak
aturan pasal-pasal dan tarifnya.
mereka sangat antusias karena mereka merasa
BUTUH pelajaran itu untuk kehidupannya. kehidupan nyata-nya.
di sini kita bisa lihat, dunia pendidikan
seperti memiliki dunia sendiri dan tidak peduli dengan dunia nyata yang akan
dihadapi oleh almamaternya. ironis.
tapi kalau bekerja dulu sambil belajar, mana
ada perusahaan yang mau nerima pegawai
yang belum tahu apa-apa, dan baru mau belajar nanti kalau dah kerja?
hanya ada satu perusahaan yang mau nerima
orang-orang kaya gitu. yaitu perusahaanmu sendiri.
so jangan takut untuk memulai untuk membangun
perusahaan sendiri. jangan bayangkan perusahaan harus yang megah, punya
kantor, punya pegawai banyak, modal
miliaran.
dari sesuatu yang kamu mulai itu, bersiaplah
untuk menjadi pribadi pembelajar, yang
tak sadar bahwa sebenarnya anda sedang belajar keras untuk meningkatkan kualitas diri.
nah, jadi harusnya apa donk yang dipelajari
di sekolah
biar nyambung dengan dunia nyata?
buang paradigma SEKOLAH TEMPAT MENIMBA ILMU.
Sekolah
seharusnya tidak hanya untuk menimba ilmu,
tapi
juga membangun sikap dan prilaku siswanya.
mungkin akan lebih bijak jika sekolah SD tidak perlu memberikan pelajaran susunan
pemerintahan, hukum dan kewarganegaraan.
cukuplah mengenalkan siapa presiden kita yang
harus kita hormati, menyanyikan lagu-lagu nasioanal, memainkan alat-alat musik
tradisional.
alangkah bijaksana jika SD hanya mengajarkan hal-hal
yang nyata-nyata dibutuhkan untuk anak-anak seusianya,
mereka butuh bermain, butuh berinteraksi
dengan teman-temannya. mereka tidak membutuhkan les matematika, les bhs
inggris, dan les-les lainnya.
biarkan si anak mengutarakan kenginginannya,
kesukaannya,
berikan waktu yang cukup untuk mereka
melakukan hobinya...
ketika sudah mulai beranjak dewasa, saatnya dunia pendidikan memberikan
arahan untuk menjadi pribadi yang
anggun,
tanamkan nilai-nilai kejujuran, integritas,
kerjasama,
gotong-royong, pantang menyerah, kreatif,
kritis, atraktif....
sediakan ilmu-ilmu yang mereka butuhkan,
yang mereka tanyakan kepada gurunya. pertanyaan
yang mereka dapatkan sendiri dari observasi sederhana
dalam kehidupan mereka di rumah, bersama
teman di lingkungannya, ataupun di
lingkungan sekolahnya,,
jadikan sekolah tempat yang menyenangkan
untuk berinteraksi, mencari dan menggali ilmu. bukan menjadikan sekolah sebagai
tempat untuk membuang uang, tenaga pikiran, hanya untuk mencari titel bekal
mancari pekerjaan.
Semoga bermanfaat
terinspirasi dari film terbaik ane, 3idiot .












